Filosofi Pohon

Jika kita lihat sekilas, betapa teduhnya pemandangan yang kita lihat. Sebuah pohon yang rindang, dengan akar, pohon dan dahan serta ranting yang terlihat kokoh, serta daunnya yang rimbun hijau, kita akan langsung membayangkan betapai teduh dan damainya seandainya kita berteduh di bawah pohon tersebut.

Apalagi di bawahnya terlihat hamparan rumput yang hijau dan terawat. Sangat mengundang minat kita untuk berteduh di bawah pohon tersebut.

Sebuah pohon akan begitu menarik minat seseorang atau makhluk lain ketika dari kejauhan saja sudah terlihat begitu teduh, kokoh dan kuat sehingga tidak ada keraguan kita untuk berteduh dan bernaung di bawahnya.                                                                                                           
Kita seharusnya banyak belajar dari sebuah pohon. Sebuah pohon bisa diibaratkan sebuah kebersamaan atau dalam bahasa yang lebih luasnya adalah perumpamaan sebuah organisasi.

Kokoh tidaknya sebuah pohon akan tergantung mulai dari akar, batang pohon, kemudian dahan, ranting dan daunnya. Semua harus saling bersatu padu saling menguatkan. Begitu juga dalam sebuah organisasi, akan menjadi kuat manakala semua elemen saling menguatkan satu sama lain, dan berada sesuai porsi atau tupoksi (tugas pokok dan fungsi) nya.

Akar pohon akan berfungsi dan bekerja sebagai sebuah akar yang memiliki fungsi sebagai penguat pohon dan penyalur masakan, air dan lainnya, Batang pohon akan berfungsi sebagai tiang kokoh yang menyangga keseluruhan pohon, dahan dan ranting akan berfungsi sebagai kepanjangan tangan dari pohon untuk tumbuhnya daun, bunga dan buah dan berfungsi sebagai tempat proses fotosintesis pohon yang akan membantu sebuah pohon untuk memasak masakannya.

Sebuah batang pohon juga terdiri dari beberapa elemen, mulai dari batang pohon/kayu, lendir pohon dan kulit pohon yang memiliki tugas dan fungsi yang sama~sama saling menguatkan agar pohontersebut bisa tumbuh subur dan rindang, bisa berbunga dan berbuah dan menghasilkan biji untuk kemudian tumbuh generasi baru.

Begitu juga sebuah organisasi, ketika sebuah organisasi / komunitas dibangun dengan mencontoh berdiri dan hidupnya sebuah pohon, maka akan terbangun sebuah organisasi yang kuat dan kokoh serta terlihat dan terasa nyaman dan teduh untuk tempat bernaung dan akan menarik banyak orang untuk masuk ke dalamnya.

Masing~masing berjalan berdasarkan porsi dan kedudukannya, saling menguatkan dan saling melengkapi satu sama lain dengan tujuan yang sama meski berada pada posisi, tempat dan keberadaan yang berbeda.

Akar pohon meski berada di dalam tanah dia tidak akan berusaha naik ke atas meski ia berada di posisi terbawah dan tidak terlihat, tapi ia memiliki peran sangat penting dan sangat strategis untuk tumbuh kembangnya sebuah pohon, tanpa akar, seberapa besar dan kokohnya sebuah pohon pasti akan tumbang dan mati

Begitupun pokok sebuah pohon, meski ia menanggung beban terberat dengan menyangga beratnya sebuah pohon, kadang diduduki orang, kadang sebagai tiang pengaman tali hewan peliharaan, kadang dikencingi oleh manusia atau hewan, tapi ia tidak pernah mengeluh

Begitupun dalam sebuah organisasi, tetaplah pada pos dan peran masing~masing dan saling menguatkan, yang menjadi akar sebuah organisasi tetaplah sebagai akar dengan semua kekurangan dan kelebihan serta fungsinya, yang menjadi batang sebuah organisasi tetaplah menjadi tiang penyangga sebuah organisasi meski terkadang dikencingi, dicibir, dihujat, difitnah dan ditekan dari semua sisi.

Yang menjadi batang dan ranting sebuah organisasi tetaplah menjadi perpanjangan tangan organisasi yang berfungsi untuk melebarkan dan menguatkan organisasi yang akan menjadi tumpuan daun dan tumbuhnya bunga dan buah organisasi sehingga akan muncul biji~biji yang akan menjadi generasi penerus.

Jadilah organisasi yang seperti pohon kuat dan rindang dengan berperan sama seperti peran masing~masing dan saling menguatkan sehingga akan menjadi rumah kedua bagi penghuninya dan akan menarik banyak orang untuk berteduh di dalamnya.

Salam Komunitas

Guyonan Dadi Seduluran
53462 /00555




16 komentar:

Pages